Senin, 07 April 2014

REFLEKSI PEMBELAJARAN ENTREPRENEURSHIP V



High Risk High Income, sebuah ungkapan popular dalam dunia bisnis, namun terkadang kurang dipahami pebisnis pemula. Pebisnis pemula inginnya Low Risk High Income, sehingga marak penipuan-penipuan terjadi, dan semoga kita tidak menjadi korbannya. Seperti maraknya penawaran investasi tanpa resiko, dengan menjanjikan untung berlipat-lipat, tapi ujung-ujungnya uang dibawa kabur.

Dengan mengikuti pembelajaran UCEO T100 pekan V, saya jadi lebih paham makna High Risk High Income.

High Risk High Income benar adanya jika kita mampu mengenal resiko bisnis, mengukurnya, lalu mengelolanya, sehingga resiko bisa diatasi bahkan resiko bisa menjadi peluang bisnis baru.

Benarlah apa yang diajarkan para guru saya, Ilmu itu imamnya ‘amal, ilmu (pengetahuan) itu pemimpinnya ‘amal (perbuatan/kerja), jadi untuk bisnis pun juga harus punya ilmunya dulu termasuk ilmu resiko bisnis.
Terima kasih para Guru, terima kasih UCEO, terima kasih Pak Ir. Ciputra.

Salam Entrepreneur

Selasa, 25 Maret 2014

REFLEKSI PEMBELAJARAN ENTREPRENEURSHIP IV




Inovasi tidak mudah dilakukan, beruntung ada 10 tipe inovasi yang dapat menjadi gambaran, dan memperluas cakrawal berpikir kita dalam berbisnis.
Saya piker selama ini yang namanya inovasi lebih dekat pada teknologi modern, padahal inovasi bisa berbagai bidang.
Seiring dengan maraknya persaingan memang inovasi harus ditemukan agar tidak bersaing dengan berdarah-darah dengan usaha/bisnis sejenis.
Inovasi yang sudah mulai diterapkan dalam usaha kami, seperti yang saya usulkan kepada Bimbel AOC, yaitu memberikan reward kepada peserta dan setelah diamati sekitar 1 bulan berjalan, pemberian reward kepada peserta didik mampu meningkatkan gairah belajar mereka, sehingga kemandirian dalam belajar serta menyelesaikan soal lebih mudah terbentuk.

Alhamdulillah, terima kasih para Guru.
Salam Entrepreneur

REFLEKSI PEMBELAJARAN ENTREPRENEURSHIP III




Dulu saya pernah berpikir bahwa modal utama berbisnis adalah uang, tapi setelah mencoba menjalankan bisnis, saya baru paham bahwa modal utama berbisnis bukanlah uang melainkan diri kita sendiri modal utamanya.
Walaupun memulai suatu bisnis pasti perlu uang, akan tetapi uang itu tidak harus uang kita sendiri, karena sangat besar peluangnya memakai uang orang lain, tentu dengan memenuhi syarat-syaratnya.
Setelah belajar dari para Guru di pekan III UCEO T100, saya makin paham bahwa untuk memulai berbisnis lalu mengembangkannya harus dengan ilmu pengetahuan yang utamanya tentang diri kita sendiri terlebih dahulu, karena potensi besarnya adalah pada diri kita. Setelah tahu tentang diri kita harus dicari tahu juga bagaimana mengelola dan mengembangkan potensi diri kita tersebut, apakah telah sesuai dengan bisnis yang kita jalankan sekarang?, bagaimana mengembangkannya?.
Fokus dan Konsisten merupakan 2 hal yang sering terasa ujiannya, karena terkadang hambatan yang terasa tidak mudah, akan mengundang saya untuk menekuni bisnis lain, yang sebenarnya butuh kedua hal tersebut. Dan saya yakin semua ada waktunya. Kalau bahasa spiritual Islam yang saya yakini bahwa kesuksesan itu pasti bersama kesabaran. Sementara batas kesabaran sesungguhnya bukan dari kita tetapi dari Allah Tuhan Yang Maha Esa.
Dari pembelajaran pekan III UCEO T100, saya jadi punya PR untuk meningkatkan success rate dengan memenuhi pengetahuan dan skill know-how, network, manajemen dan keuangan, seperti yang Bapak Sudhamek telah sampaikan.
Alhamdulillah, terima kasih para Guru.
Salam Entrepreneur

Minggu, 09 Maret 2014

REFLEKSI PEMBELAJARAN ENTREPRENEURSHIP II UCEO T100


Human Access seperti kata Bp. Sandiaga Uno memang sebuah tangga pertama untuk scaling up.
Usaha kami juga sangat bergantung pada faktor human, maka setelah belajar di pekan kedua UCEO ini, kami makin menyadari betapa pentingnya mengelola SDM di bisnis kami.
Kami makin paham bahwa kendala dalam bisnis yang kami alami harus kami lihat sebagai TANTANGAN.
Kami makin paham bahwa entrepreneurship adalah tentang PELUANG, SOLUSI, PELANGGAN
Kami menyadari kalau bisnis yang kami jalani tidak termasuk kategori ideal yang memiliki parameter :
-          Tumbuh pesat
-          Kompetisi belum banyak
-          Profit tebal

Akan tetapi setidaknya kami masih berpeluang scaling up dengan segera membuat NILAI TAMBAH pada usaha kami.

Salam Entrepreneur

Jumat, 28 Februari 2014

REFLEKSI PEMBELAJARAN ENTREPRENEURSHIP I


Alhamdulillah saya yakin bukan kebetulan diizinkan Tuhan YME untuk mengikuti kelas UCEO T100.
Di kelas OL ini saya mendapatkan banyak pelajaran dari para entrepreneur senior yang telah banyak makan asam garam dunia bisnis.

Dari pembelajaran pekan I T100 saya :
1.   Memahami arti penting Differentiation of Bussines (Pembeda Bisnis) yang mengandung nilai tambah yang dibutuhkan konsumen sebagai sesuatu hal paling utama untuk modal tumbuhnya bisnis yang sedang saya jalani.

2.  Berusaha menemukan dan menerapkan Pembeda dari bisnis lain yang sejenis, agar tertanam di benak konsumen.

3.      Akan berusaha focus mengembangkan bisnis yang sedang dijalani dan akan berkomitmen untuk menghadapi resiko dan tantangannya di masa yang akan datang.

4.      Memahami bahwa bertumbuhnya bisnis kami kelak bukan hanya untuk kami tetapi juga untuk keluarga kami, para mitra, karyawan dan keluarga mereka serta lebih jauh untuk generasi Indonesia masa depan
5.      Makin mantap untuk mengembangkan bisnis yang sedang dijalani di bidang pendidikan.


Terima kasih pak Ir. Ciputra dan seluruh Team UCEO T100, terima kasih para pengajar Dr. (HC) Dahlan Iskan, Mr. Sandiaga Uno, Mr. Sudamek, Mr. Antonius Tanan, Mr. Nur Agustinus.

Kamis, 21 November 2013

JALAN MERAIH KESUKSESAN, RAHMAT, KERIDHOAN & SURGA DARI ALLAH


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al Baqarah (2) : 218)
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.”
“Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal,”
“mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar."
(QS. At Taubah (9) : 20-22)
                Iman, Hijrah dan Jihad (bersungguh-sungguh) adalah jalan mendapatkan 1. Kesuksesan /kemenangan 2. rahmat Allah, 3. keridhoan Allah, dan 4. Surga Allah.
                Iman membuat kita yakin 100%  hanya Allah satu-satunya yang disembah, kebenaran janji Allah, kebersamaan Allah, pertolongan Allah, pengabulan do’a dari Allah. Hijrah sebagai usaha/ikhtiar berpindah dari tempat, wilayah atau situasi dan kondisi kufur, takut, dan sulit beribadah kepada Allah, ke tempat, wilayah atau situasi dan kondisi iman, aman, dan mudah beribadah kepada Allah.  Jihad merupakan kesungguhan tekad jiwa dan raga penuh kesadaran untuk mempertahankan iman, dan beramal sholeh bersama iman yang dimiliki.
                Bagaimana  langkah nyata meraih kesuksesan, rahmat, keridhoan dan surga dari Allah dalam kehidupan kita di dunia dn akhirat  dengan jalan Iman, hijrah dan jihad ?
                Inilah langkah-langkah mempraktekkan Iman, Hijrah dan Jihad :
1.       Mulai dari akhir; tentukan tujuan akhir goal atau target hidup anda, niatkan lalu yakinlah.
2.       Lakukan perubahan; lakukan segala hal yang harus dilakukan untuk mencapai target anda, dan apapun masalah dan hambatannya jangan pernah putus asa teruslah bergerak .
3.       Konsisten dan komitmen; Ikuti proses pencapaian anda, suka dukanya, tetaplah konsisten menerima konsekuensi apapun dan komitmen dengan target anda, rela berkorban, maju terus pantang mundur.

4.       Sabar; jika ikhtiar sudah dilakukan hasil belum tampak, bersabarlah dan yakinlah pertolongan Allah itu dekat, dan seringkali tak terduga.